Senin, 04 April 2011

Rindu Syariah & Khilafah : Tidak Adanya Kepemimpinan Politik Islam Yang Tulus Dan Benar-Benar Independen

Tidak adanya kepemimpinan politik Islam yang tulus dan benar-benar independen, yakni Khilafah (kekhalifahan), yang menjalankan perintah Islam, menyatukan muslim sedunia dan memobilisasi tentara untuk membantu kaum muslim di Libya , Somalia atau di tempat lain adalah akar dari masalah yang kita hadapi. (Taji Mustafa)

Libya  : Pasukan Muslim Telah Dikerahkan, Tapi...

Saat  saya berbaur dengan wartawan, di luar area Konferensi London (30/3/2011) yang diselenggarakan oleh kekuatan Barat untuk menentukan masa depan Libya , saya bertemu dengan seorang wartawan Mesir. Kemudian saya memberinya kartu nama dan pernyataan (nasroh) yang dikeluarkan oleh HIZBUT TAHRIR Inggris tentang intervensi barat di Libya . Dia memandangi keduanya, wartawan ini mengenal baik Hizbut Tahrir dan mulai berbicara bahwa sistem Khilafah  Islam tidak mungkin bisa ditegakkan kembali.   Karena masalah yang hangat adalah penderitaan saudara-saudara kita di bawah Gadaffi dan kekuatan Barat berusaha untuk menentukan masa depan negeri muslim ini, saya memindahkan topik percakapan ke Libya  dan peran Mesir dalam membantu untuk mengakhiri pertumpahan darah di sana. Saya berbicara tentang kemampuan besar militer Mesir dan bahwa kita adalah satu umat Islam sehingga harus membantu satu sama lain. Dia menjawab bahwa Mesir tidak bisa terlibat,  sayangnya segera setelah kami menyelesaikan pembicaraan,  kami pun saling berpisah.   Kenapa tentara Mesir dan Tunisia tetangga Libya  tidak terlibat ? Kenapa Saudi, Kuwait atau Qatar tentaranya  tidak membantu menyelamatkan saudara-saudara kita dari Gadaffi dan mencegah keterlibatan Barat – yang semata-mata untuk mengamankan kepentingan mereka saja – ?   Mengapa OK bagi Barat untuk terlibat meskipun rekam jejak keterlibatan Barat di Irak dan Afghanistan telah menimbulkan banyak kematian bagi warga sipil, kekacauan dan kehancuran ?  Bagaimana caranya meyakinkan saudara dari  Mesir tadi- dan lainnya seperti dia – Seandainya saya memiliki lebih banyak waktu dengannya ?  

1.  Berpikir Sebagai Seorang Muslim, Bukan Nasionalis

Kita Adalah Umat Yang Satu.   Dengan munculnya berbagai pergolakan di Tunisia, Mesir dan tempat lain, kita perlu membuang jauh pemikiran hanya kekuatan Barat yang harus datang dan memiliki kemampuan untuk menyelamatkan kita atau lembaga-lembaga internasional seperti PBB harus memberikan mandat atas tindakan kita. Berpikir seperti itu membuat kita lumpuh dan terikat mengikuti agenda Barat.   Kita juga harus membuang pemikiran bahwa antara Mesir, Tunisia dan Aljazair ada perbedaan mendasar karena masing-masing adalah negara berbeda yang dibatasi oleh garis perbatasan, padahal batas-batas wilayah tersebut disusun oleh para penjajah. Menghormati garis batas ini telah menyebabkan Muslim hanya berdiri dan menonton saudara mereka kelaparan atau dibunuh. Sungguh tidak bisa diterima akal sehat, ketika terjadi kekacauan, kelaparan dan kekurangan pangan mulai menimpa Somalia, negeri muslim seperti Saudi atau negara-negara Teluk tidak turut campur tangan, meskipun mereka telah diberkahi dengan kelimpahan harta kekayaan.   Kita harus mengingatkan orang untuk berpikir Islami tentang berbagai masalah yang menimpa kita di dunia Muslim.  Itu berarti kita kembali kepada solusi yang sesuai dengan  petunjuk Allah SWT, bukankah Dia (SWT) Maha Mengetahui dan Ia telah memberikan petunjuk untuk setiap masalah yang kita akan hadapi ? Islam memberikan solusi tentang pemerintahan yang amanah, sistem mata uang emas yang stabil, distribusi kekayaan, kepemilikan umum dan beberapa isu lainnya yang secara bersama-sama akan membangun visi alternatif Islami dan perubahaan yang sebenarnya berdasarkan Islam.   “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh; apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuh akan sulit tidur dan merasa demam.” (Riwayat Muslim)  

2. Islam Memerintahkan Tentara Muslim Untuk Campur Tangan   

Dalam kasus Libya , Islam memerintahkan umat Islam lain untuk campur tangan dan  membantu mengakhiri tirani Gadaffi   “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!". (QS. An Nisa [4] : 75).
 
3. Pasukan Muslim Mampu  

Sebuah artikel berjudul  ‘Libya : allied military assets and main attack sites’  memuat daftar aset militer negara-negara Muslim di sekitar Libya .  

Mesir adalah salah satu negara yang mengoperasikan jumlah F-16 terbesar di dunia   Dengan kekuatan 450.000 tentara, Mesir membuat kerdil 25.000 pasukan Gadaffi , ini adalah jumlah tentara Libya  yang dilaporkan sebelum krisis dimulai.  Bersama dengan pasukan dan aset militer Saudi, Tunisia dan negara-negara Muslim lainnya mereka lebih dari mampu mengatasi kekuatan pro-Gadaffi yang tersisa dan menyelamatkan orang-orang Libya , membebaskan dan mengatur wilayah Benghazi dan wilayah lainnya di Libya .  

4. Pasukan Muslim Dapat Dikerahkan Melintasi Perbatasan  

Beberapa orang mengatakan tentara Muslim tidak akan pernah bergerak (melintasi perbatasan) sekalipun untuk menyelamatkan sesama muslim.   Namun sekarang kita menyaksikan Jet Mirage milik Qatar sibuk terbang bermanuver di atas Libya  dibawah perintah dan dalam rangka menjalankan agenda aliansi Barat yang sedang berusaha untuk melestarikan kepentingan mereka di Libya  dan kita semua telah melihat pasukan Saudi dikerahkan ke Bahrain untuk mendukung sesama rezim tiran di sana.   Sebelum ini,  Mesir, Suriah dan beberapa penguasa Muslim mengerahkan tentara mereka untuk berjuang bersama AS dan Inggris dalam perang Teluk pertama.   Jadi  tentara muslim bisa dan telah dikerahkan, namun oleh para pemimpin muslim saat ini hanya menempatkan mereka untuk melayani kepentingan Barat, tuan mereka, bukan kepentingan Islam atau untuk melindungi  umat Islam.   Jadi masalah sebenarnya adalah tidak adanya kemauan politik independen dan yang perlu diperhatikan lagi adalah kebutuhan akan kepemimpinan politik Islam yang independen, yakni Khilafah , yang akan menebarkan pasukan hanya untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin.  

5. Intervensi Barat   
Sekalipun solusi Islam sudah jelas dan sangat layak diterapkan, tapi kita melihat tidak banyak Muslim yang memberikan dukungan dan menekan para penguasa muslim untuk menjalankan solusi Islam tersebut.  Kelambanan para penguasa dan pembunuhan oleh Gadaffi, kemudian Barat dibiarkan melakukan campur tangan , demi menjaga kepentingan mereka, dengan kedok kemanusiaan.   Jika agenda Barat tersebut berjalan tanpa ada penetangan, hasilnya kemungkinan besar akan seperti di Afghanistan, Irak, Bosnia atau Kosovo, yang bisa termasuk salah satu dari hal berikut :  

  • Barat akan menempatkan pasukannya di tanah Libya
  • Melahirkan sebuah konstitusi yang memelihara sistem sekuler 
  • Menempatkan elit politik yang akan menopang kepentingan Barat. 
  • Puluhan tahun pembayaran tagihan atas 'layanan' Barat yang telah memberikan bantuan 'membebaskan' Libya  
 Semua hal di atas adalah untuk mengamankan kepentingan kolonial Barat di wilayah tersebut, dan bukan untuk kepentingan umat Islam.   Bahwa tentara Muslim belum dikerahkan untuk menyelamatkan rakyat dan mencegah usaha kolonialisasi baru dan ini sebuah pengabaian atas kejahatan. Namun mereka yang telah memberikan darah dan hidup mereka bukan untuk tujuan Islam tersebut.  

 6. Menggerakan Kekuatan Massa Untuk Menuntut Solusi Islam   
Pergolakan dan demonstrasi baru-baru ini adalah contoh yang baik untuk mencapai 'yang mustahil'. Tiga bulan yang lalu, Tidak ada yang meramalkan bahwa Mubarak, setelah puluhan tahun pemerintahannya yang menindas, akan meninggalkan istana bersama dengan Gamal Mubarak, yang sekarang  tidak pernah terlihat lagi?   Beberapa bulan terakhir juga menunjukkan bahwa para penguasa dipengaruhi oleh opini dalam masyarakat. Mereka yang berdinas di ketentaraan juga dipengaruhi oleh pendapat dalam masyarakat karena mereka adalah bagian dari masyarakat dan memungkinkan menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari ayah, istri, saudara perempuan atau ibu mereka, seperti mengapa kekuatan militer dikerahkan untuk ini dan itu ?   Menjadi lebih penting daripada sebelumnya untuk meningkatkan kesadaran tentang solusi Islam dalam setiap masalah spesifik dan memotivasi orang-orang untuk berani menunjukkan dan menuntut mereka yang bertanggung jawab, buat mereka menerima atau minggir.  

Dalam dunia global, Muslim terkait satu dengan lainnya, setiap orang dari kita dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran dan mengajak masyarakat berdemonstrasi dan mengajukan tuntutan,  baik di Mesir, Tunisia, Saudi atau tempat lainnya.  Sehingga tentara pun menuntut campur tangan di Libya  sebagai bagian dari tugas Islam mereka dan juga menuntut para penguasa saat ini, yang merupakan penghambat nyata dalam menyelamatkan rakyat Libya , untuk minggir atau diturunkan.   Tidak adanya kepemimpinan politik Islam yang tulus dan benar-benar independen, yakni Khilafah  (kekhalifahan), yang menjalankan perintah Islam, menyatukan muslim sedunia dan memobilisasi tentara untuk membantu kaum muslim di Libya , Somalia atau  di tempat lain adalah akar dari masalah yang kita hadapi. Teman wartawan Mesir saya tidak bisa begitu saja mengabaikan faktor yang satu ini, Khilafah , yang dengannya  akan membawa perubahan nyata untuk seluruh wilayah tersebut, yang telah begitu lama mengalami krisis.  

Taji Mustafa   Media Representative of Hizb ut-Tahrir in Britain Twitter: @tajimustafa
Share:

0 komentar:

Posting Komentar